Sunday, 12 April 2015

Pengalaman Lucu: naik vespa dihina.

Sementang saya naik vespa, masakan ada yang mengacungkan jari tengah ke arahku. Apa salahku pakai motor vespa? Motor bukan cuma bicara aspek kinematika ataupun suara tapi juga ada aspek estetika. Kalau saya menekankan aspek estetika tanpa menghina orang yang menekankan aspek lain, haruskah ku mendapatkan penghinaan dari orang yang menekankan aspek lain pada motor?

#Gawatbenerrrrr....!!!


Thursday, 9 April 2015

Kebencian Yang Terkejam: Kebencian Kepada Orang Yang Berkorban Bagi Kita.

Hidup ini penuh dengan ironi. Apa itu ironi? Secara sederhana, salah satu pengertian ironi adalah suatu kejadian yang berlawanan dengan apa yang seharusnya terjadi atau dapat juga diartikan sebagai fakta yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Misalnya ketika langit cerah maka kita mengharapkan bahwa di luar akan panas, tetapi ternyata fakta yang terjadi adalah hujan deras. Demikian juga dengan kejadian ketika seseorang membenci orang yang berkorban baginya. Yang kita diharapkan adalah ketika ada yang berkorban bagi seseorang, maka dia seharusnya mencintai orang tersebut. Demikianlah kisah di bawah ini yang mengkisahkan seorang anak membenci ibunya dengan cara yang ironis.

Berikut ceritanya:

Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku membencinya, ia adalah sebuah hal yang memalukan. Ibuku menjalankan sebuah toko kecil pada sebuah pasar. 

Dia mengumpulkan barang-barang bekas dan sejenisnya untuk dijual, apapun untuk mendapatkan uang yang kami butuhkan. Ia adalah sebuah hal yang memalukan.

Pada suatu hari di sekolah. Aku ingat saat itu hari ketika ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa ia melakukan hal ini kepadaku? Aku melemparkan muka dengan rasa benci dan berlari. Keesokan harinya di sekolah.. “Ibumu hanya memiliki satu mata?” dan mereka semua mengejekku.

Aku berharap ibuku hilang dari dunia ini maka aku berkata kepada ibu aku,”Ibu, kenapa kamu tidak memiliki mata lainnya? Ibu hanya akan menjadi bahan tertawaan. Kenapa Ibu tidak mati saja?” Ibu tidak menjawab. Aku merasa sangat puas karena telah mengatakan apa yang telah ingin aku katakan selama ini.

Malam itu, Aku terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku menangis disana, dengan pelan, seakan ia takut bahwa ia akan membangunkanku. Aku melihatnya, tanpa peduli sedikitpun, dan pergi kembali tidur.

Meskipun ibuku telah menangis karena perkataanku, Aku membenci ibuku yang menangis dari satu matanya. Jadi, Aku mengatakan diri ku jikalau aku akan tumbuh dewasa dan menjadi sukses, karena aku membenci ibu bermata-satu aku dan kemiskinan kami.

Lalu aku belajar dengan keras. Aku meninggalkan ibu dan pergi ke kota untuk belajar dan diterima di sebuah universitas ternama. Aku belajar dengan segala kepercayaan diri. Setelah lulus aku mendapatkan pekerjaan dan menikah dengan orang yang begitu cantik, tidak seperti ibuku yang buruk rupa karena hanya memiliki satu mata. Aku membeli rumah milikku sendiri. Lalu aku memiliki anak-anak. Aku sekarang hidup bahagia. Kebahagiaan ini semakin besar dan semakin besar sampai seorang wanita tua yang hanya memiliki satu mata datang. Dia adalah ibuku. Melihat wanita bermata satu, maka anak-anaknya begitu ketakutan. Aku sangat marah karena membuat anak-anakku ketakutan. Anak perempuanku berlari kabur karena takut melihat ibuku.

Dan aku bertanya kepadanya, “Siapa Anda? aku tidak mengenalmu!!” sandiwara aku. aku berteriak kepadanya “Mengapa engkau berani datang ke rumah aku dan menakuti anak aku! Pergi dari sini sekarang juga!”

Dan ibuku dengan pelan menjawab, “Oh, maafkan aku. aku pasti salah alamat,” dan dia menghilang. Terima kasih Tuhan.. Ternata ia tidak mengenali aku. aku merasa cukup lega. Aku mengatakan kepada diriku bahwa aku tidak akan peduli dengan ibuku.

Suatu hari, sebuah surat undangan reuni sekolah sampai ke rumahku. Reuni itu berlangsung di kampung halamanku. Aku pergi untuk menemui bereuni dengan teman-teman sekolah. Setelah reuni ini, aku pergi ke rumah lamaku karena rasa penasaran saja. 
Tetapi aku menemukan ibu ku terjatuh di tanah yang dingin. Tetapi aku tidak meneteskan satu air mata sekalipun. Ia memegang sepotong kertas di tangannya.. dan itu adalah surat untukku:

Anakku,
Aku pikir hidupku sudah cukup lama. Dan.. Aku tidak akan mengunjungi mu lagi.. Tetapi apakah itu terlau berlebihan jikalau aku ingin kamu untuk datang menunjungiku sekali-kali, nak? Aku sangat merindukanmu. Dan aku sangat senang ketika mendengar kamu akan datang dalam reuni ini.

Tetapi aku memutuskan untuk tidak datang ke sekolah.. Demi kamu.. aku meminta maaf jikalau aku hanya memiliki satu mata dan aku hanya membawa kemaluan bagi dirimu.

Kamu tahu, ketika kamu masih sangat kecil, kamu mengalami sebuah kecelakaan, dan kehilangan satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tidak tahan melihatmu harus tumbuh dengan hanya memiliki satu mata.. maka aku memberikanmu mataku.. aku sangat bangga kepada mu karena kamu dapat melihat dunia dengan jelas, menggantikanku, dengan mata itu.

Aku tidak pernah marah kepadamu atas apapun yang kamu lakukan. Beberapa kali ketika kamu marah kepadaku. Aku berpikir sendiri, ”Ini karena kamu mencintaiku.” Aku rindu ketika kamu masih sangat kecil. Aku sangat merindukanmu. Aku mencintaimu. Kamu adalah duniaku.

Tuesday, 7 April 2015

Jeremiah Lamenting the destruction of Jerusalem - Rembrandt Van Rihn


Lukisan ini adalah lukisan Rembrandt yang terbaik selama Rembrandt ada di Leiden. Lukisan ini selama bertahun-tahun mengalami kesalahan identifikasi dan akhirnya ditemukan bahwa lukisan ini berbicara tentang Yeremia yang sedang meratap tentang kehancuran dari ibu kota Yehuda: Yerusalem karena penyerangan yang akan dilakukan oleh Nebukadnezar (Yer. 32-33).
Di sebelah kiri bawah, ada orang yang sangat jauh sedang menutup  wajahnya dan matanya adalah raja Zedekia yang tidak tahan ketika melihat kehancuran Yerusalem dan kerajaan Yehuda dan tidak tahan melihat sendiri anak-anaknya dibunuh dan setelah semua kejadian itu matanya dibutakan (2 Raj. 25:7).
Di sebelah kiri atas, ada sebuah bangunan yang terbakar. Itu adalah bait Allah Salomo.
Pose dari Yeremia adalah sebuah lambang keadaan melankolis: sikut tangan diletakkan di atas sebuah buku yang bertuliskan Alkitab (Bibel). Buku ini adalah buku ratapan yang dia tulis sendiri.
Yeremia adalah nabi yang memiliki pelayanan yang begitu sulit. Meskipun dia adalah seorang nabi yang setia, namun dia mendapatkan begitu banyak perlawanan dan penghinaan. Dia memberitakan tentang kehendak Allah, namun seolah-olah dia berbicara kepada orang yang tuli. Sehingga karena kebebalan orang-orang Yehuda, maka penghukuman datang kepada mereka. Hal ini begitu menyedihkan bagi Yeremia karena dia bukan hanya menubuatkan tentang kehancuran tersebut, tetapi melihat sendiri kehancuran yang dia nubuatkan tersebut.

Pose Yeremia ini juga mewakili isi hati Allah yang begitu sedih melihat keadaan umat-Nya. Allah begitu berbelaskasihn kepada umat-Nya. Dia dalam sejarah, berkali-kali Allah memberikan kesempatan kepada umat-Nya untuk hidup benar dan menyembah Allah, namun mereka senantiasa jauh dari Allah. Kesulitan demi kesulitan datang menimpa mereka adalah karena dosa mereka. Allah senantiasa menolong mereka di dalam kesulitan mereka, bahkan pada puncaknya, Dia merelakan Anak-Nya yang tunggal untuk menggantikan dosa-dosa mereka, namun hati mereka tetap bebal dan dingin. Yesus mengatakan "Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. (Mat 23:37). Inilah kesedihan dari Allah yang juga diwakili oleh pose dari Yeremia ketika dia melihat sendiri nubuat yang dinyatakan Allah kepadanya. Penghukuman itu datang juga karena kebebalan mereka dan hati yang dingin terhadap Allah dan Penyelemat mereka.

Monday, 30 March 2015

The Creation of Adam - Micheangelo (1511-1512)

The Creation of Adam - Micheangelo (1511-1512)


Lukisan The Creation of Adam adalah sebuah lukisan dinding yang dilukis pada tahun 1511-1512 oleh Michelangelo yang berada di Sistine Chapel. Lukisan ini dibuat atas permintaan dari Pauus Julius II. Lukisan ini beriskan tentang kisah penciptaan yang terdapat di dalam Kitab Kejadian di dalam Alkitab. 

Di dalam Lukisan tersebut terdapat dua figur utama: Allah dan Adam. Gambaran jari manusia yang tidak mencapai jari Allah. Adam secara pasif untuk memberikan jarinya mengarah kepada Allah. Gambaran tersebut memberikan pesan bahwa manusia adalah makhluk yang jauh lebih rendah dari Allah dan tidak memiliki kemampuan apa-apa untuk memperoleh kehidupan karena itu kewajiban manusia adalah merendahkan diri dan bergantung kepada Allah atas kehidupannya. Pada lukisan tersebut juga terlihat bahwa pose tangan Adam meniru pose tangan Allah. Hal ini memiliki pesan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. 
Di sisi lain, jari Allah menuju jari Adam untuk memberikan kehidupan kepada Adam. Meskipun jari Allah tidak mencapai jari manusia namun kehidupan itu sampai kepada manusia. Hal ini menggambarkan kuasa Allah yang begitu luar biasa yang memberikan kehidupan kepada manusia. 

Pada masa sekarang ini,
1. Manusia memaknai diri secara Allah: sebagai Allah.
kita sangat jarang menemukan orang yang memaknai diri sebagai seorang manusia. Manusia cenderung melihat diri begitu tinggi yang lebih berlaku sebagai Allah daripada seorang manusia. Mereka memandang manusia lain lebih rendah berdasarkan kategori yang tidak sahih sama sekali, yaitu standard duniawi seperti kekayaan, pengetahuan yang tinggi, dan kemolekan. Bertingkah sebagai Allah ini jugalah yang menjadi dosa yang dilakukan oleh Adam setelah dia diciptakan. Lukisan ini seharusnya membawa kita kepada pemaknaan yang sejati tentang siapa kita manusia yang sesungguhnya: kita adalah manusia, bukan Allah, sehingga haruslah berlaku seperti manusia dan memperlakukan manusia lain seperti manusia, bukan memperlakukan seperti makhluk yang lebih rendah dari kita. 
Di dalam Kitab Suci sendiri dikisahkan bahwa Allah yang seharusnya bisa mengklaim posisi nya yang begitu tinggi, tidak melihat posisi tersebut sebagai sesuatu yang harus dipertahankan melainkan mengambil rupa manusia yang jauh lebih rendah. Pesannya adalah Allah yang mahatinggi saja rela merendahkan diri, apalagi kita manusia yang tidak layak memegahkan diri. Janganlah lupa untuk merendahkan diri. 

2. Tidak menyadari kebergantungan hidup yang sejati.
Manusia pada masa kini lebih bergantung kepada materi yang lebih rendah dari mereka. Materi-materi adalah ciptaaan yang jauh lebih rendah dari manusia, namun sekarang sudah menjadi ilah manusia. Standard kehidupan pada masa kini adalah benda-benda mati seperti uang, rumah mewah, kendaraan yang nyaman, dan lain-lainnya. Segala materi tersebut adalah bersumber dari Allah. Itu bukan hal yang menopang manusia, itu adalah berbagai fasilitas yang Tuhan berikan namun seringkali manusia memperilah berkat, bukan sumber berkat tersebut – manusia memperilah materi-materi yang menjadi berkat Allah, bukan Allah yang adalah sumber materi tersebut. 
Karena itu, haruslah kita senantiasa berefleksi: “apakah yang aku paling cari di dalam dunia ini? Berkat Allah kah, atau Allah sumber berkat itu sendiri?” Jikalau yang paling kita cari adalah berkat Allah, maka kita sudah menyembah berhala. Allah tidak bermain-main dengan penyembahan berhala, Allah benci dengan para penyembah berhala. Jikalau yang paling kita cari adalah berkat Allah, maka jangan buang-buang waktu untuk mengubah cara pandang kita tentang pengejaran utama di dalam kehidupan kita. Kita harus mengejar Tuhan: melayani Tuhan, dan menikmati Tuhan.

Sunday, 29 March 2015

MY FIRST MOTOR SPORT: Minerva 150 vx.

MY FIRST MOTOR SPORT: Minerva 150 vx.

Tidak dapat dipungkiri, kendaraan bermotor merupakan salah satu kebutuhan utama di dalam menjalankan aktivitas hari-hari di masa kini. Salah satu alternatif adalah sepeda motor atau kendaraan beroda dua. 
Bagi golongan orang yang sangat menekankan penghematan waktu di dalam perjalanan dan biaya bahan bakar, khususnya di dala konteks DKI Jakarta yang tidak bisa tidak pasti jalanan mengalami kemacetan, sepeda motor adalah pilihan utama.
Penulis secara pribadi termasuk di dalam golongan orang yang mengedepankan penghematan waktu dan biaya bahan bakar tersebut . Semula penulis yang sangat awam tentang sepeda motor, untuk memenuhi kebutuhan alat transportasi, langsung memilih motor bekas yang termurah. Pilihan tersebut jatuh pada sepeda motor Minerva 150 vx. Secara sepintas, motor ini terlihat sangat sporty. Penulis berpikir, “Kapan lagi dapat motor keren tapi murah?” Setelah beberapa bulan pemakaian, ternyata motor ini memiliki masalah yang tidak sedikit: mulai dari karburator, pengapian, kelistrikan. Ditambah kondisi penggunaan pemilik sebelumnya juga kurang baik sehingga tangki karat dan tidak jarang mengalami kebocoran bensin yang menetes sampai habis.
Namun penulis tidak begitu saja menyerah. Mengingat motor ini merupakan motor yang dibeli dengan jerih payah sendiri dan merupakan motor pertama yang dimiliki, penulis langsung mengubah keadaan motor perlahan demi perlahan, mulai dari body fairing yang mirip superbike ducati 848, menggunakan lampu angle eyes, footstep racing. Tidak lama kemudian, penulis melihat bahwa ada sedikit peotan di bagian samping tangki. Langsung saja penulis mencari tahu berapa harga tangki barunya. Astaga, ternyata harganya begitu mahal. Untuk mengakali itu, maka tangki tersebut dibalut dengan cover tangki ducati sehingga body terlihat semakin besar layaknya superbike. 
Suatu ketika penulis menggunakan motor tersebut di dalam keadaan hujan. Beberapa waktu kemudian, motor tersebut mengalami keanehan. Tanpa perlu di gas, motor tersebut meng-gas dengan sendirinya. Keadaan menjadi cukup horor karena motor meng-gas sendiri. Selidik punya selidik, ternyata karburator original dari motor tersebut terlalu gampang untuk dimasuki air dan terlalu sulit mepelaskan air sehingga motor mengalami hal tersebut. Mereka menggunakan bahasa keren: teknologi auto-pilot minerva setiap kali hujan. Maka penulis mengganti karburator tersebut dengan menggunakan karburator racing PE28 versi Thailand. Ketika mencoba menggunakan motor yang sudah diganti karburator nya, waahh.. ternyata motor tersebut tarikannya semakin enak, semakin kencang. Namun disayangkan adalah penggunaan bensin semakin boros.
Pengalaman indah menggunakan motor ini belum selesai. Dengan body superbike yang begitu besar, penulis lumayan minder. Mengapa? Karena kecepatan tidak berbanding lurus body indah motor superbike KW ini: tubuh motor balap tetapi kecepatan becak . Penulis mencari tahu, apa yang bisa menambah kecepatan motor ini. Penulis mendapatkan jawabannya: mengutak atik mesin, swap mesin, atau mengganti pengapian menjadi pengapian racing. Dengan pertimbangan ekonomis, penulis memilih pilihant terakhir: menggunakan pengapian racing saja. Langsung saja penulis membawa motor kesayangan ini ke salah satu bengkel hebat di Jakarta Barat. Pengapian motor ini di upgrade dengan mengganti CDI dengan CDI BRT Hyperband (karena waktu itu dualband kosong), koil diganti dengan menggunakan koil yz125. Biaya upgrade ini lumayan besar: lebih dari 1 juta rupiah. Namun, uang itu terasa tidak berharga ketika penulis mencoba motor dengan pengapian baru tersebut. Alhasil motor ini sangat mudah untuk mendapatkan kecepatan 100 km/jam. Namun penulis tidak pernah menancap gas di atas kecepatan tersebut. Tarikan ringan sekali.
Setelah 1 tahun memodifikasi sepeda motor ini, penulis memiliki rasa cinta yang cukup mendalam terhadap sepeda motor ini meskipun lebih banyak menguras waktu, tenaga, dan uang. Keadaan sepeda motor ini memberikan tambahan pelajaran kepada penulis tentang berbagai macam pengetahuan dasar tentang sepeda motor. Sang pacar menamai sepeda motor ini cimin (Ci Minelfa) sebagai panggilan manjanya. 
Motor ini sudah siap dipakai, nyaman sekali, jauh dari keadaan awal. Namun, disayangkan motor ini harus segera dijual karena ada kebutuhan biaya untuk masa depan.
Terima kasih cimin untuk kebersamaan kita selama ini .

Penampakan akhir dari Minerva 150 vx penulis:



REMBRANDT THE SACRIFICE OF ISAAC

REMBRANDT THE SACRIFICE OF ISAAC




Lukisan Rembrandt tentang The Sacrificial of Isaac cukup unik dibandingkan lukisan yang dibuat oleh Caravaggio dan Pieter Lastmann, guru dari Rembrandt. Di dalam lukisannya, Rembrandt menggambarkan Abraham langsung melepaskan pisau yang dia pegang karena dia mendengar perkataan dari Allah untuk tidak membunuh Ishak. 
Kemudian Abraham menutup wajah Ishak dengan tangan kirinya sembari memegang pisau. Ada dua point dari gambaran ini:
1. Abraham tidak ingin anaknya melihat bahwa ayahnya sendiri menghempaskan pisau ke arahnya dan menghabisi nyawanya. Ini merupakan hal yang mungkin sangat memalukan bagi Abraham karena seharusnya seorang ayah melindungi nyawa anaknya tetapi sekarang dia harus mencabut nyawa anaknya. 
2. Abraham tidak sanggup untuk membunuh anaknya jikalau dia dan anaknya saling bertatapan. Di dalam kisah Al-Quran, Abraham tidak sanggup untuk membunuh anak yang dia korbankan karena dia dan anaknya bertatapan.

Jikalau dilihat lebih teliti, maka di dalam lukisan tersebut, Abraham mengeluarkan air mata. Air mata tersebut adalah air mata compassion dari Abraham kepada Ishak yang diinginkan oleh Allah untuk menjadi korban. Di dalam tradisi Yahudi diceritakan bahwa ketika Abraham mengikat Ishak dan meletakkannya di atas batu, maka Ishak langsung menangis dan ketakutan, melihat hal tersebut, Abraham mengalami kesedihan yang begitu mendalam.
 Namun, ketaatan Abraham terhadap harus dijalankan with all cost bahkan harus menyerahkan apa yang paling berharga bahkan harus melukai hatinya yang paling dalam. Hal ini berbeda dengan gambaran yang ditekankan oleh Caravaggio. Caravaggio lebih menggambarkan Abraham sebagai seorang yang tegas dan begitu kokoh di dalam menjalankan perintah Allah. Terlihat wajah Ishak dipenuhi dengan terror. Di dalam gambaran itu diperlihatkan bahwa Abraham ingin mengabaikan perintah dari malaikat, karena Allah memerintahkan untuk melakukannya dan harus ditaati dengan mantap. 

Caravaggio ingin memberikan pesan bahwa seringkali perintah Tuhan menuntut harga yang harus kita bayar. Perintah tersebut mungkin melukai hati, mengorbankan apa yang paling kita cintai, namun itu merupakan sebuah hal yang sangat manusiawi ketika dialami. Namun ketaatan adalah ketaatan, Allah menginginkan ketaatan lebih daripada apapun yang kita rasakan. 

Tuesday, 9 December 2014

Salome with the Head of John The Baptist - Jean Benner (1899)

Lukisan Salome, anak Herodias memegang kepala Yohanes Pembaptis - oleh Jean Benner (1899).

Salome berkata, "Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam." (Mat. 14:8).

Salome digambarkan sebagai wanita yang jelita nan indah secara paras dan tubuh. Berbeda dengan isi hatinya. Hatinya dingin dan kejam. Hal ini terlihat ketika dia memegang kepada Yohanes: wajahnya tenang dan dingin.

Apakah gunanya keindahan dan keelokan yang dikejar dan dihadapkan oleh semua orang jikalau hati begitu kotor dan bengis? Namun manusia seringkali buta terhadap apa yang diluar tanpa menghiraukan apa yang ada di dalam: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." (1Sa 16:7)

Artikel Terpopuler

Saturn Devouring His Son - Fransico Goya (1819)

Salah satu lukisan yang paling mengerikan sepanjang sejarah: Saturn devouring his son yang dilukis oleh pelukis spanyol Francisco Goya (18...